Pusing Mikir Stok? Ini Dia Cara Menghitung Persediaan Metode Average yang Anti Ribet!

Pusing Mikir Stok? Ini Dia Cara Menghitung Persediaan Metode Average yang Anti Ribet!

Mengelola stok, tidak bisa dilakukan hanya dengan bermodalkan “kira-kira”. Ada beberapa metode yang umum digunakan dalam menghitung stok yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan, salah satunya adalah metode average. Cara menghitung persediaan metode average tidaklah rumit, namun kamu harus paham konsepnya. 

Metode ini memberikan gambaran nilai persediaan yang lebih stabil dan tidak mudah terpengaruh fluktuasi drastis setiap periode. Jika perusahaan hanya mengandalkan saldo persediaan pada satu periode tertentu, data tersebut bisa menyesatkan karena stok dapat meningkat atau menurun secara ekstrem akibat faktor musiman, tren pasar, atau lonjakan permintaan. 

Oleh karena itu, perhitungan persediaan metode average menjadi sangat penting untuk memberikan data yang lebih akurat dan representatif. Lantas bagaimana caranya? Simak penjelasannya di bawah ini. 

Apa Itu Persediaan dan Mengapa Metode Average Penting?

Sebelum membahas lebih lanjut mengenai cara menghitung persediaan metode average, mari pahami terlebih dahulu konsepnya. Persediaan (inventory) adalah aset yang terdiri dari:

  • Barang dagangan siap jual
  • Bahan baku
  • Barang setengah jadi
    Produk manufaktur yang siap diproduksi atau dikirim

Nilai persediaan di perusahaan dapat berubah setiap hari.Apalagi untuk bisnis yang bersifat musiman, mereka bisa mengalami pergerakan stok yang sangat signifikan. Misalnya:

  • Toko makanan ringan mengalami lonjakan permintaan menjelang hari besar
  • Produk tren mengalami kenaikan dan penurunan cepat
  • Barang mudah rusak harus segera dijual sebelum melewati masa kedaluwarsa

Di kondisi seperti ini, cara menghitung persediaan metode average memberikan solusi praktis untuk menyeimbangkan data persediaan sehingga tidak dipengaruhi perubahan ekstrem. Selain itu, banyak perusahaan menggunakan metode average karena:

  • Menghasilkan nilai persediaan yang lebih stabil
  • Menghindari distorsi data akibat stok yang terlalu tinggi atau terlalu rendah
  • Membantu menentukan kebutuhan pembelian secara lebih akurat
  • Berguna untuk menghitung inventory turnover dan DSI (waktu yang dibutuhkan hingga persediaan terjual)
  • Mempermudah analisis penjualan dibandingkan jumlah stok rata-rata

Dengan memahami cara menghitung persediaan metode average, perusahaan dapat mengontrol biaya gudang, mengoptimalkan arus kas, dan meningkatkan efisiensi operasional. 

Rumus Cara Menghitung Persediaan Metode Average

Metode average adalah metode perhitungan persediaan yang dilakukan dengan cara menghitung jumlah persediaan selama dua periode atau lebih, untuk mendapatkan nilai rata-rata. Rumus dasar yang digunakan adalah sebagai berikut:

Average Inventory = (Persediaan periode saat ini + Persediaan periode sebelumnya) ÷ jumlah periode

Untuk mempermudah pemahaman simak contohnya di bawah ini.

Jumlah persediaan barang selama dua bulan terakhir. 

  • Oktober: 30.000 unit
    November: 45.000 unit
  • Total = 75.000 unit

Average Inventory = 75.000 ÷ 2 = 37.500 unit 

Metode perhitungan unit ini sangat berguna untuk bisnis manufaktur atau retail.

Kelebihan dan Kekurangan Menggunakan Metode Average

Walaupun dinilai sederhana, cara menghitung persediaan metode average tidak selalu memberikan hasil yang sempurna. Ada kelebihan dan kekurangan pada metode ini, diantaranya:

1. Kelebihan:

  • Mengurangi fluktuasi harga yang ekstrem
  • Lebih stabil dibanding hanya melihat persediaan akhir bulan
  • Mudah diterapkan dalam sistem akuntansi modern
  • Cocok untuk barang homogen seperti bahan baku

2. Kekurangan:

  • Kurang akurat pada bisnis musiman, nilai rata-rata bisa menjadi bias jika penjualan bersifat sangat musiman.
  • Dipengaruhi target penjualan, penurunan stok akhir bulan karena mengejar target bisa membuat hasil rata-rata terlihat lebih rendah dari kondisi sebenarnya.
  • Rentan kesalahan jika stok fisik tidak akurat, perhitungan yang mengandalkan estimasi dapat menghasilkan average inventory yang tidak mencerminkan kondisi real di gudang.

Tabel Perbandingan Metode Average vs FIFO vs LIFO

Selain metode average ada metode lain yang bisa digunakan seperti FIFO (First In First Out) dan LIFO (Last In First Out). Untuk memahami posisi metode average, berikut perbandingannya dengan dua metode populer lainnya:

KriteriaMetode Average (Weighted Average)FIFOLIFO
Cara PenilaianMengambil nilai rata-rata persediaanMenggunakan barang yang paling awal dibeliMenggunakan barang yang terakhir dibeli
Fluktuasi HargaLebih stabilDipengaruhi harga lamaDipengaruhi harga terbaru
Cocok untukBarang homogen / bahan bakuBarang yang mudah usangKondisi inflasi tinggi
Biaya HPPSedang (tergantung rata-rata)Lebih rendah (saat harga naik)Lebih tinggi (saat harga naik)
Nilai Persediaan di NeracaModeratLebih tinggiLebih rendah
KompleksitasMudahMudahCenderung kompleks
Pengaruh terhadap LabaStabilLaba lebih besar saat inflasiLaba lebih kecil saat inflasi
Kesesuaian IFRSDiperbolehkanDiperbolehkanTidak diperbolehkan dalam IFRS

Cara menghitung persediaan metode average adalah metode yang efektif, sederhana, dan stabil dalam menilai nilai persediaan. Dengan hasil yang tidak sensitif terhadap perubahan ekstrem, metode ini cocok bagi bisnis yang menginginkan kontrol biaya yang baik dan perhitungan persediaan yang konsisten.

Walaupun memiliki kekurangan, metode average tetap menjadi salah satu alat analisis inventori yang paling banyak digunakan dalam akuntansi dan manajemen gudang. Perusahaan dapat memaksimalkan hasil analisis ini dengan bantuan software akuntansi modern yang menawarkan fitur manajemen stok real-time.

Upgrade Diri Bersama Upskillz

Merasa kurang percaya diri karena skill “pas-pasan”? Sudah waktunya kamu upgrade diri bersama Upskillz.id, upgrade skill karir jadi lebih menyenangkan dan mudah. Ada banyak kelas gratis juga, lho !

Upskillz 

Build Your Potentials

Tinggalkan Balasan