Cara Membuat Laporan Keuangan Perusahaan dengan Format Sederhana

Cara Membuat Laporan Keuangan Perusahaan dengan Format Sederhana

Besar kecilnya perusahaan tidak menjadi penentu apakah perusahaan harus membuat laporan keuangan. Meskipun masih dalam skala kecil, seperti UMKM, memiliki laporan keuangan akan sangat membantu pemilih usaha mengetahui kondisi bisnis dan menentukan strategi bisnis kedepannya. Nah, bagaimana cara membuat laporan keuangan yang sederhana?

Bagi pemula dan peran pemilik bisnis. ada cara mudah untuk membuat laporan keuangan perusahaan dengan format sederhana. Dengan memahami langkah-langkah dan komponennya, kamu bisa menyusun laporan keuangan sendiri tanpa perlu latar belakang akuntansi yang mendalam.

Apa Itu Laporan Keuangan?

Laporan keuangan adalah dokumen yang berisi catatan seluruh aktivitas keuangan perusahaan dalam periode tertentu. Tujuan utamanya adalah untuk memberikan gambaran tentang posisi keuangan, kinerja bisnis, serta arus kas perusahaan. Melalui laporan keuangan, pemilik usaha dapat:

  • Mengetahui kondisi keuangan secara real-time.
  • Menentukan strategi bisnis berdasarkan data yang akurat.
  • Menilai efisiensi pengeluaran dan pemasukan.
  • Mempermudah urusan pajak dan pinjaman ke bank.

Menyusun laporan keuangan tak hanya berguna bagi perusahaan dalam skala besar. Bagi bisnis kecil, laporan keuangan juga berfungsi sebagai alat pengendalian agar keuangan tidak tercampur antara kebutuhan pribadi dan operasional usaha serta membantu pemilih usaha menentukan strategi ekspansi bisnis di masa depan.

Jenis Laporan Keuangan Perusahaan

Sebelum membahas cara membuatnya, perlu dipahami terlebih dahulu apa saja jenis laporan keuangan perusahaan. Ada empat jenis laporan keuangan utama yang umum digunakan yaitu:

1. Laporan Laba Rugi (Profit and Loss Statement)

Laporan ini menunjukkan total pendapatan dan pengeluaran dalam periode tertentu. Dari sini, pemilih usaha bisa mengetahui apakah perusahaan mendapatkan keuntungan (profit) atau mengalami kerugian (loss). Dalam laporan laba rugi, ada beberapa komponen utama yang perlu dicantumkan yaitu:

  • Pendapatan (Revenue)
  • Harga Pokok Penjualan
  • Laba Kotor
  • Biaya Operasional
  • Laba Bersih

Rumus sederhana:

Laba Bersih = Pendapatan – (HPP + Biaya Operasional)

2. Neraca (Balance Sheet)

Selanjutnya adalah laporan Neraca. Laporan ini memberikan gambaran posisi keuangan perusahaan pada satu titik waktu tertentu, biasanya di akhir bulan atau tahun. Di dalamnya terdapat tiga elemen utama:

  • Aset (Assets): Semua yang dimiliki perusahaan, seperti kas, piutang, peralatan, dan gedung.
  • Liabilitas (Liabilities): Kewajiban atau utang perusahaan.
  • Modal (Equity): Selisih antara aset dan liabilitas, mencerminkan nilai bersih perusahaan.

Rumus neraca:

Aset = Liabilitas + Modal

3. Laporan Arus Kas (Cash Flow Statement)

Berikutnya adalah laporan arus kas, laporan ini mencatat pergerakan uang masuk dan keluar selama periode tertentu. Tujuannya untuk memastikan bahwa perusahaan memiliki kas yang cukup untuk membayar kewajiban dan menjalankan operasional. Dalam menyusun laporan ini, terdapat 3 kategori utama yaitu::

  • Arus Kas Operasional
  • Arus Kas Investasi
  • Arus Kas Pendanaan

4. Laporan Perubahan Ekuitas

Laporan ini menunjukkan perubahan modal pemilik selama periode tertentu. Biasanya perubahan terjadi karena laba ditahan, tambahan investasi, atau pengambilan dana pribadi (prive).

Cara Membuat Laporan Keuangan Perusahaan dengan Format Sederhana

Bagi pemilih usaha kecil atau yang baru awal merintis, membuat laporan keuangan tetap penting untuk dilakukan, namun bisa dibuat dalam format yang sederhana. Berikut adalah cara membuatnya:

1. Kumpulkan Semua Data Transaksi

Langkah pertama adalah mengumpulkan semua bukti transaksi selama periode berjalan. Pastikan semua data tercatat rapi agar laporan keuangan yang dihasilkan akurat dan tidak ada transaksi yang terlewat. Beberapa informasi yang perlu disiapkan seperti:

  • Nota penjualan dan pembelian
  • Bukti transfer atau kas keluar
  • Faktur dan kuitansi
  • Slip gaji karyawan

2. Buat Buku Kas Harian

Selanjutnya, buat buku kas harian untuk mencatat semua transaksi bisnis. Buku kas adalah catatan dasar yang berisi semua transaksi uang masuk (penerimaan) dan uang keluar (pengeluaran). 

Dari buku kas ini, bisa dengan mudah melacak saldo akhir kas perusahaan. Format sederhananya bisa seperti berikut:

TanggalKeteranganUang MasukUang KeluarSaldo
01/10/2025Penjualan produk ARp2.000.000Rp2.000.000
02/10/2025Pembelian bahan bakuRp500.000Rp1.500.000

3. Klasifikasikan Transaksi ke Dalam Akun

Setelah mencatat semua transaksi, langkah selanjutnya adalah mengelompokkan transaksi ke dalam akun-akun tertentu. Langkah ini mempermudah proses pembuatan laporan laba rugi dan neraca. Contohnya:

  • Aset: Kas, piutang, perlengkapan, inventaris.
  • Utang: Utang usaha, pinjaman bank.
  • Modal: Setoran pemilik, laba ditahan.
  • Pendapatan: Penjualan, jasa, bunga.
  • Beban: Gaji, listrik, transportasi, dan lain-lain.

4. Susun Laporan Laba Rugi

Berikutnya, gunakan data dari buku kas dan klasifikasi akun untuk menghitung laba rugi perusahaan. Neraca harus selalu seimbang (balance) antara total aset dengan total kewajiban dan modal.

 Berikut contoh format sederhana:

Laporan Laba Rugi – Bulan Oktober 2025

KeteranganJumlah
PenjualanRp10.000.000
Harga Pokok PenjualanRp4.000.000
Laba KotorRp6.000.000
Biaya OperasionalRp2.000.000
Laba BersihRp4.000.000

5. Buat Neraca Sederhana

Setelah membuat laporan laba rugi, selanjutnya adalah membuat laporan keuangan neraca untuk melihat posisi aset, utang, dan modal. Berikut adalah contoh format sederhananya:

Contoh Neraca Sederhana – 31 Oktober 2025

KeteranganJumlah
Aset
KasRp5.000.000
PiutangRp2.000.000
PeralatanRp3.000.000
Total AsetRp10.000.000
Liabilitas dan Modal
Utang UsahaRp3.000.000
Modal PemilikRp7.000.000
Total Liabilitas + ModalRp10.000.000

6. Susun Laporan Arus Kas

Selanjutnya adalah membuat laporan arus kas. Untuk bisnis kecil membuat laporan keuangan dengan format sederhana sudah cukup, termasuk dalam laporan arus kas. Laporan ini berguna untuk mengetahui pergerakan uang tunai. 

Laporan ini membantu pemilik bisnis memahami dari mana uang perusahaan berasal dan ke mana digunakan. Ada 3 kategori utama dalam laporan arus kas, contoh format sederhananya adalah sebagai berikut:

  • Arus Kas dari Aktivitas Operasional: +Rp3.000.000
  • Arus Kas dari Aktivitas Investasi: -Rp1.000.000
  • Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan: +Rp2.000.000
  • Saldo Akhir Kas: Rp4.000.000

7. Gunakan Spreadsheet atau Software Akuntansi

Jika ingin lebih efisien, bisa menggunakan Microsoft Excel, Google Sheets, atau aplikasi seperti Jurnal.id, Accurate, dan QuickBooks.
Dengan template yang sederhana akan sangat membantu dalam menyusun laporan keuangan yang akurat. 

Membuat laporan keuangan perusahaan dengan format sederhana bukanlah hal yang sulit jika dilakukan dengan disiplin dan sistematis. Kuncinya adalah mencatat setiap transaksi secara rutin, mengelompokkan akun dengan benar, dan menyusun laporan sesuai urutan: buku kas → laba rugi → neraca → arus kas.

Upgrade Diri Bersama Upskillz

Merasa kurang percaya diri karena skill “pas-pasan”? Sudah waktunya kamu upgrade diri bersama Upskillz.id, upgrade skill karir jadi lebih menyenangkan dan mudah. Ada banyak kelas gratis juga, lho !

Upskillz 

Build Your Potentials

Tinggalkan Balasan