Tax Planning PPh 21: Gross Up vs Net Method, Mana yang Lebih Efisien?

Tax Planning PPh 21: Gross Up vs Net Method, Mana yang Lebih Efisien?

Pengelolaan pajak bisa menjadi bagian dari strategi tax planning PPh 21 yang membantu perusahaan mengoptimalkan biaya sekaligus meningkatkan kesejahteraan karyawan. Ada 3 metode yang umum digunakan yaitu Gross up, Gross, dan Net, dari ketiga metode tersebut, Gross Up dan Net Method sering menjadi bahan pertimbangan karena keduanya melibatkan peran perusahaan dalam membantu karyawan memenuhi kewajiban pajaknya.

Lalu, apa perbedaan Gross Up dan Net Method? Mana yang lebih efisien untuk perusahaan? Artikel ini akan membahasnya secara lengkap.

Apa Itu Tax Planning PPh 21?

Mengutip dari Upskillz, Tax planning adalah upaya yang dilakukan perusahaan untuk mengelola kewajiban pajak karyawan secara efektif dan sesuai dengan ketentuan perpajakan yang berlaku. Tujuan utamanya bukan untuk menghindari pajak, melainkan untuk mengoptimalkan beban pajak secara legal sehingga perusahaan dapat mengelola biaya dengan lebih efisien.

Salah satu keputusan penting dalam tax planning PPh 21 adalah menentukan metode pajak yang akan digunakan. Dalam praktiknya, ada 3 metode yang bisa digunakan yaitu Gross, Gross up dan Net. 

Memahami Net Method

Net Method adalah metode perhitungan PPh 21 dimana pajak karyawan sepenuhnya ditanggung oleh perusahaan. Dengan metode ini, karyawan menerima gaji penuh tanpa adanya pengurangan karena pajak. Perusahaan yang akan membayarkan PPh 21 kepada negara atas nama karyawan.

Contoh Net Method

Misalnya seorang karyawan memiliki:

  • Gaji bulanan: Rp10.000.000
  • PPh 21 terutang: Rp300.000

Dengan Net Method:

  • Karyawan menerima Rp10.000.000 penuh.
  • Perusahaan membayar Rp300.000 sebagai PPh 21.

Bagi karyawan, metode ini tentu sangat menguntungkan karena tidak ada pemotongan pajak dari gaji yang diterima.

Kelebihan Net Method

  • Karyawan menerima penghasilan secara penuh sehingga take home pay lebih besar.
  • Perhitungannya relatif sederhana dibandingkan metode lainnya.
  • Banyak perusahaan menggunakan Net Method sebagai salah satu fasilitas untuk meningkatkan daya tarik kompensasi.

Kekurangan Net Method

  • Menambah beban perusahaan. 
  • Tidak sepenuhnya efisien secara fiskal.  Dalam beberapa kondisi, biaya pajak yang ditanggung perusahaan tidak memberikan manfaat fiskal yang optimal dibandingkan metode Gross Up.
  • Sulit diterapkan pada organisasi besar.

Memahami Gross Up Method

Gross Up Method merupakan metode di mana perusahaan memberikan tunjangan pajak kepada karyawan sebesar nilai PPh 21 yang harus dibayarkan. Tunjangan tersebut menjadi bagian dari penghasilan karyawan dan dikenakan pajak kembali.

Dengan kata lain, perusahaan tidak secara langsung membayar pajak karyawan, melainkan memberikan tambahan penghasilan berupa tunjangan pajak.

Contoh Gross Up Method

Misalnya:

  • Gaji pokok: Rp10.000.000
  • Estimasi PPh 21: Rp300.000

Perusahaan memberikan tunjangan pajak Rp300.000.

Penghasilan bruto menjadi:

Rp10.300.000

PPh 21 kemudian dihitung berdasarkan penghasilan baru tersebut.

Kelebihan Gross Up Method

  • Efisiensi pajak perusahaan, sebab tunjangan pajak yang diberikan kepada karyawan dapat dicatat sebagai biaya perusahaan yang dapat dikurangkan secara fiskal.
  • Meningkatkan Take Home Pay
  • Lebih optimal secara perpajakan
  • Mendukung kepatuhan pajak, karena seluruh komponen penghasilan dan pajak tercatat secara transparan.

Kekurangan Gross Up Method

  • Perhitungan lebih kompleks, Karena tunjangan pajak menjadi objek pajak kembali, proses perhitungan memerlukan simulasi yang lebih rinci.
  • Perusahaan perlu memiliki sistem penggajian yang mampu menghitung pajak secara akurat.

Perbandingan Gross Up vs Net Method

Berikut perbandingan kedua metode tersebut:

AspekGross Up MethodNet Method
Pajak ditanggungKaryawan melalui tunjangan pajakPerusahaan
Take home payRelatif tinggiTinggi
Efisiensi fiskalTinggiSedang
Kompleksitas perhitunganLebih kompleksLebih sederhana
Biaya perusahaanLebih terukurCenderung lebih besar
Strategi tax planningSangat cocokKurang optimal

Dari tabel tersebut terlihat bahwa Gross Up Method memiliki keunggulan dari sisi efisiensi fiskal dan optimalisasi biaya perusahaan.

Studi Kasus Sederhana

Misalkan perusahaan memiliki 100 karyawan dengan rata-rata PPh 21 sebesar Rp500.000 per bulan.

Jika Menggunakan Net Method

Pajak yang ditanggung perusahaan:

100 × Rp500.000 = Rp50.000.000 per bulan

Dalam setahun:

Rp50.000.000 × 12 = Rp600.000.000

Jika Menggunakan Gross Up Method

Perusahaan memberikan tunjangan pajak kepada karyawan yang kemudian dicatat sebagai komponen biaya yang dapat dikurangkan secara fiskal. Akibatnya, perusahaan memperoleh manfaat pengurangan penghasilan kena pajak yang dapat menghasilkan efisiensi pajak badan. Pada perusahaan dengan jumlah karyawan besar, selisih manfaat fiskal ini bisa mencapai ratusan juta rupiah per tahun.

Faktor yang Perlu Dipertimbangkan Sebelum Memilih Metode

Memilih metode perhitungan pph 21 ini merupakan salah satu strategi tax planning yang perlu dipertimbangkan dengan matang oleh perusahaan. Sebelum menentukan metode PPh 21 yang akan digunakan, perusahaan perlu mempertimbangkan beberapa faktor berikut:

  • Struktur Organisasi, perusahaan dengan jumlah karyawan besar biasanya lebih cocok menggunakan Gross Up Method.
  • Kondisi keuangan, jika perusahaan ingin mengendalikan biaya secara lebih efisien, Gross Up sering menjadi pilihan yang lebih baik.
  • Kebijakan kompensasi, beberapa perusahaan menggunakan Net Method sebagai bagian dari strategi employer branding.
  • Tujuan tax planning, jika fokus utama adalah efisiensi pajak dan optimalisasi biaya, Gross Up Method umumnya lebih unggul.

Mana yang Lebih Efisien?

Jika dilihat dari sudut pandang tax planning, Gross Up bis amenjadi pilihan yang lebih dibandingkan Net Method. Alasannya adalah karena tunjangan pajak yang diberikan kepada karyawan dapat diakui sebagai biaya yang mengurangi penghasilan kena pajak perusahaan. 

Dengan demikian, perusahaan tidak hanya membantu karyawan memenuhi kewajiban pajaknya, tetapi juga memperoleh manfaat fiskal yang lebih optimal. Sementara itu, Net Method lebih cocok digunakan oleh perusahaan yang ingin memberikan benefit tambahan kepada karyawan dan tidak terlalu fokus pada efisiensi pajak.

Dalam strategi tax planning PPh 21, pemilihan metode pemotongan pajak memiliki dampak yang signifikan terhadap biaya perusahaan. Net Method menawarkan kemudahan dan keuntungan langsung bagi karyawan karena pajak ditanggung perusahaan. Namun, dari sisi efisiensi fiskal, Gross Up Method sering menjadi pilihan yang lebih menguntungkan karena tunjangan pajak dapat diakui sebagai biaya yang mengurangi penghasilan kena pajak perusahaan.

Oleh karena itu, bagi perusahaan yang ingin mengoptimalkan pengelolaan pajak sekaligus menjaga daya saing paket remunerasi, Gross Up Method umumnya menjadi strategi yang lebih efektif dalam jangka panjang. Dengan perencanaan yang tepat dan dukungan sistem payroll yang baik, metode ini dapat menjadi bagian penting dari tax planning yang mendukung pertumbuhan bisnis secara berkelanjutan.

Upgrade Diri Bersama Upskillz

Merasa kurang percaya diri karena skill “pas-pasan”? Sudah waktunya kamu upgrade diri bersama Upskillz.id, upgrade skill karir jadi lebih menyenangkan dan mudah. Ada banyak kelas gratis juga, lho!

Upskillz 

Upgrade Your Skill

Tinggalkan Balasan