Mengenal Metode Angka Tahun dalam Menghitung Depresiasi

Setiap aset tetap yang dimiliki perusahaan akan mengalami penurunan nilai seiring bertambahnya usia dan intensitas penggunaannya. Penurunan tersebut tidak hanya disebabkan oleh kondisi fisik aset, tetapi juga perkembangan teknologi, perubahan kapasitas produksi, hingga meningkatnya biaya perawatan. Dalam akuntansi, penurunan manfaat ekonomi tersebut dicatat sebagai beban depresiasi agar nilai aset yang disajikan dalam laporan keuangan tetap mencerminkan kondisi sebenarnya.

Salah satu pendekatan yang sering digunakan untuk menghitung penyusutan adalah metode angka tahun (Sum of the Years’ Digits Method). Sama seperti metode saldo menurun, metode ini menghasilkan beban depresiasi yang lebih besar pada awal masa manfaat aset dan semakin kecil pada periode-periode berikutnya. Namun, terdapat perbedaan pada kedua metode ini. 

Lantas apa saja yang membedakan keduanya? Artikel ini membahas secara lengkap mengenai pengertian metode angka tahun, prinsip perhitungannya, rumus yang digunakan, contoh kasus, perbedaan dengan metode lainnya hingga kelebihan dan kekurangannya.

Apa yang Dimaksud dengan Metode Angka Tahun?

Mengutip dari investopedia, metode angka tahun adalah metode depresiasi yang membagi biaya penyusutan berdasarkan sisa umur manfaat aset. Semakin panjang sisa umur aset, semakin besar porsi depresiasi yang dibebankan. Sebaliknya, ketika umur aset semakin pendek, nilai depresiasi yang diakui juga ikut menurun.

Dengan kata lain, metode ini menganggap bahwa aset memberikan manfaat ekonomi paling besar pada awal masa penggunaannya. Oleh sebab itu, biaya penyusutan juga dialokasikan lebih besar pada tahun-tahun awal, kemudian berkurang secara bertahap hingga masa manfaat aset berakhir.

Tidak seperti metode saldo menurun yang menggunakan nilai buku sebagai dasar perhitungan, metode angka tahun menggunakan nilai yang dapat disusutkan, yaitu selisih antara harga perolehan dan nilai residu. Nilai tersebut kemudian dikalikan dengan pecahan tertentu berdasarkan jumlah angka tahun.

Karena mampu mencerminkan pola konsumsi manfaat aset, metode ini masih menjadi pilihan banyak perusahaan, khususnya pada sektor manufaktur dan industri yang menggunakan aset dengan tingkat produktivitas tinggi pada awal penggunaannya.

Kapan Metode Angka Tahun Sebaiknya Digunakan?

Tidak semua aset cocok dihitung menggunakan metode angka tahun. Metode ini lebih tepat diterapkan pada aset yang manfaat ekonominya cenderung menurun seiring waktu. Sebagai contoh, mesin produksi biasanya mampu menghasilkan output yang optimal pada beberapa tahun pertama. 

Setelah itu, produktivitas mulai berkurang karena faktor usia, keausan komponen, atau meningkatnya frekuensi perawatan. Kondisi serupa juga terjadi pada kendaraan operasional, alat berat, maupun perangkat teknologi yang cepat mengalami penurunan performa.

Apabila karakteristik aset seperti ini dipaksakan menggunakan metode garis lurus, biaya penyusutan setiap tahun akan terlihat sama, padahal manfaat yang dihasilkan sebenarnya terus menurun. Oleh karena itu, metode angka tahun sering dipilih agar pencatatan depresiasi lebih sesuai dengan pola penggunaan aset.

Bagaimana Cara Kerja Metode Angka Tahun?

Hal yang membedakan metode ini dari metode depresiasi lainnya adalah penggunaan pecahan penyusutan. Langkah pertama adalah menghitung jumlah angka berdasarkan masa manfaat aset.

Misalnya aset diperkirakan digunakan selama 5 tahun. Jumlah angka tahun diperoleh dari:

5 + 4 + 3 + 2 + 1 = 15

Selanjutnya dibuat pecahan untuk setiap tahun.

  • Tahun pertama = 5/15
  • Tahun kedua = 4/15
  • Tahun ketiga = 3/15
  • Tahun keempat = 2/15
  • Tahun kelima = 1/15

Dalam metode angka tahun, besarnya beban depresiasi bergantung pada nilai pecahan yang digunakan pada setiap tahun. Tahun pertama menggunakan pecahan terbesar sehingga menghasilkan beban depresiasi paling tinggi. Selanjutnya, nilai pecahan akan terus menurun seiring berkurangnya sisa masa manfaat aset, sehingga beban depresiasi yang diakui juga semakin kecil hingga akhir masa manfaat aset. 

Rumus Metode Angka Tahun

Untuk melakukan perhitungan depresiasi menggunakan metode angka tahun, ada 3 komponen utama yang harus ditentukan terlebih dahulu, yaitu harga perolehan, nilai residu dan masa manfaat. 

  • Harga perolehan adalah seluruh biaya yang dikeluarkan hingga aset siap digunakan mencakup biaya pengiriman, instalasi, pemasangan, hingga pengujian apabila diperlukan.
  • Nilai residu adalah estimasi nilai jual aset setelah masa manfaatnya berakhir. Nilai ini akan menjadi batas akhir penyusutan sehingga aset tidak boleh disusutkan melebihi nilai residunya.
  • Masa manfaat merupakan perkiraan lamanya aset digunakan dalam kegiatan operasional.

Setelah itu tentukan jumlah angka tahun sebagaimana yang dijelaskan sebelumnya. Setelah mengetahui jumlah angka tahun, depresiasi dihitung menggunakan rumus berikut.

Depresiasi = (Harga Perolehan − Nilai Residu) × Pecahan Tahun

Rumus tersebut menunjukkan bahwa hanya nilai aset yang benar-benar mengalami penyusutan yang akan dialokasikan selama masa manfaatnya. Untuk lebih memahami implementasi dari metode ini, simak contohnya sebagai berikut:

Sebuah perusahaan membeli mesin produksi dengan data berikut.

  • Harga perolehan: Rp525.000.000
  • Nilai residu: Rp45.000.000
  • Masa manfaat: 5 tahun

Langkah pertama adalah menentukan nilai yang dapat disusutkan.

Rp525.000.000 − Rp45.000.000

= Rp480.000.000

Karena jumlah angka tahun adalah 15, maka perhitungan depresiasinya menjadi:

TahunPecahanBeban Depresiasi
15/15Rp160.000.000
24/15Rp128.000.000
33/15Rp96.000.000
42/15Rp64.000.000
51/15Rp32.000.000

Total seluruh depresiasi adalah Rp480.000.000, sehingga nilai buku aset pada akhir tahun kelima sama dengan nilai residunya.

Keunggulan Metode Angka Tahun

Salah satu alasan perusahaan menggunakan metode ini adalah karena mampu menggambarkan kondisi aset secara lebih realistis. Ketika aset masih baru, manfaat ekonominya umumnya berada pada tingkat tertinggi. Seiring waktu, manfaat tersebut mulai berkurang sehingga beban depresiasi yang diakui juga menurun.

Selain itu, metode ini membantu perusahaan menyajikan biaya operasional yang lebih proporsional. Beban penyusutan yang besar pada awal penggunaan dapat diimbangi dengan biaya perawatan yang masih rendah. Sebaliknya, ketika biaya perawatan mulai meningkat pada tahun-tahun berikutnya, nilai depresiasi justru semakin kecil sehingga total biaya penggunaan aset tetap relatif stabil.

Metode ini juga mendukung proses evaluasi investasi karena nilai buku aset turun lebih cepat dibandingkan metode garis lurus. Informasi tersebut dapat menjadi dasar dalam menentukan waktu penggantian aset.

Kekurangan Metode Angka Tahun

Walaupun memberikan gambaran yang lebih realistis, metode angka tahun memerlukan ketelitian lebih tinggi dibandingkan metode garis lurus. Kesalahan kecil dalam menghitung jumlah angka tahun atau menentukan pecahan dapat menyebabkan nilai depresiasi menjadi tidak akurat.

Selain itu, perusahaan juga harus memastikan bahwa harga perolehan, nilai residu, dan masa manfaat telah ditetapkan secara tepat sejak awal. Jika salah satu komponen berubah akibat revisi estimasi, maka perhitungan depresiasi pada periode berikutnya juga perlu disesuaikan sesuai ketentuan standar akuntansi.

Metode angka tahun merupakan salah satu metode depresiasi yang mengalokasikan beban penyusutan lebih besar pada awal masa manfaat aset dan semakin kecil pada tahun-tahun berikutnya. Pendekatan ini sesuai diterapkan pada aset yang produktivitasnya menurun secara bertahap, seperti mesin produksi, kendaraan operasional, alat berat, maupun perangkat teknologi.

Dengan memahami cara kerja, rumus, dan tahapan perhitungannya, perusahaan dapat menghasilkan nilai depresiasi yang lebih mencerminkan kondisi aset sebenarnya. Selain meningkatkan kualitas laporan keuangan, penerapan metode yang tepat juga membantu manajemen dalam mengelola aset tetap, merencanakan investasi, dan mengambil keputusan bisnis berdasarkan informasi yang lebih akurat.

Upgrade Diri Bersama Upskillz

Merasa kurang percaya diri karena skill “pas-pasan”? Sudah waktunya kamu upgrade diri bersama Upskillz.id, upgrade skill karir jadi lebih menyenangkan dan mudah. Ada banyak kelas gratis juga, lho!

Upskillz 

Upgrade Your Skill

Tinggalkan Balasan