
Presiden Prabowo Subianto melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan pada Senin, 14 September 2026 menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa dan melanjutkan masa jabatan Kabinet Merah Putih periode 2024–2029. Pelantikan Suahasil Nazara jadi Menkeu ini tengah menjadi perhatian banyak pihak.
Sebelumnya, Suahasil dikenal sebagai Wakil Menteri Keuangan dan memiliki pengalaman panjang di lingkungan Kementerian Keuangan. Setelah dilantik, Suahasil menegaskan bahwa salah satu tugas utamanya adalah menjaga keuangan negara serta memastikan APBN tetap sehat, kredibel, dan mampu memberikan dampak bagi masyarakat. I
Pergantian Menteri Keuangan memang tidak serta-merta mengubah kondisi keuangan perusahaan. Namun, perubahan di level kebijakan fiskal tetap penting diperhatikan oleh dunia usaha karena keputusan pemerintah dapat berkaitan dengan pajak, investasi, konsumsi, pembiayaan, hingga aktivitas ekonomi.
Karena itu, momentum pergantian Menkeu dapat menjadi pengingat bagi perusahaan. Seberapa siap tim finance menghadapi perubahan kondisi ekonomi dan kebijakan pemerintah?
Apa Hubungan Pergantian Menteri Keuangan dengan Perusahaan?
Menteri Keuangan memiliki peran penting dalam pengelolaan kebijakan fiskal negara. Kebijakan tersebut berkaitan dengan penerimaan dan belanja negara, perpajakan, pembiayaan, serta berbagai instrumen yang dapat memengaruhi aktivitas ekonomi.
Bagi perusahaan, perubahan kebijakan pada tingkat makro dapat menciptakan peluang sekaligus risiko. Misalnya, perubahan kebijakan pajak dapat memengaruhi kewajiban perusahaan, sementara kebijakan belanja pemerintah dapat berdampak terhadap permintaan pada sektor-sektor tertentu.
RAPBN 2027 sendiri menunjukkan bahwa APBN tetap diarahkan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi. Pemerintah merencanakan belanja negara sebesar Rp4.097,2 triliun dalam RAPBN 2027, meningkat dibandingkan APBN 2026 sebesar Rp3.842,7 triliun.
Artinya, tim finance tidak cukup hanya melihat laporan keuangan internal. Perkembangan ekonomi dan kebijakan pemerintah juga perlu menjadi bagian dari pertimbangan ketika perusahaan menyusun anggaran dan mengambil keputusan keuangan. Apa saja yang perlu dilakukan tim finance?
1. Perkuat Cash Flow Perusahaan
Salah satu hal pertama yang perlu diperhatikan tim finance adalah arus kas. Perusahaan dapat mencatat laba, tetapi tetap mengalami kesulitan keuangan apabila kas yang tersedia tidak cukup untuk membayar kewajiban yang jatuh tempo. Karena itu, kemampuan mengelola cash flow menjadi salah satu fondasi penting dalam menjaga kesehatan keuangan perusahaan.
Tim finance perlu mengetahui secara jelas berapa kas yang masuk, kapan kas diterima, berapa kewajiban yang harus dibayar, dan kapan pembayaran tersebut jatuh tempo. Proyeksi arus kas juga penting untuk membantu perusahaan mengantisipasi kemungkinan kekurangan likuiditas.
Dalam konteks pengelolaan risiko, likuiditas berkaitan dengan kemampuan entitas memenuhi kewajiban yang jatuh tempo melalui sumber pendanaan dan arus kas yang tersedia. Dengan demikian, jangan hanya bertanya, “Apakah perusahaan untung?” Tim finance juga perlu bertanya, “Apakah perusahaan memiliki kas yang cukup untuk menjalankan bisnis?”
2. Evaluasi Kembali Budget Perusahaan
Perubahan kondisi ekonomi dapat membuat asumsi dalam budget perusahaan menjadi kurang relevan. Misalnya, perusahaan sebelumnya membuat anggaran berdasarkan asumsi tertentu mengenai penjualan, harga bahan baku, biaya tenaga kerja, kurs, atau biaya pendanaan. Ketika kondisi ekonomi berubah, asumsi tersebut perlu dievaluasi kembali.
Karena itu, budgeting sebaiknya tidak diperlakukan sebagai dokumen yang hanya dibuat sekali dalam setahun. Tim finance dapat melakukan budget review secara berkala dengan membandingkan anggaran dan realisasi. Selisih antara keduanya kemudian dianalisis untuk mengetahui penyebabnya.
3. Tingkatkan Cost Control, Bukan Sekadar Memotong Biaya
Efisiensi juga menjadi salah satu isu yang relevan untuk diperhatikan. Suahasil menyampaikan bahwa efisiensi APBN tidak sekadar berarti memangkas anggaran belanja.
Prinsip serupa dapat diterapkan dalam perusahaan. Efisiensi tidak selalu berarti memangkas biaya sebanyak mungkin.
Pemotongan biaya yang tidak tepat justru dapat mengganggu operasional dan menurunkan kualitas produk atau layanan. Tim finance perlu membantu perusahaan membedakan antara biaya yang benar-benar diperlukan, biaya yang dapat dioptimalkan, dan biaya yang tidak lagi memberikan nilai bagi bisnis.
4. Pantau Perubahan Pajak dan Regulasi
Sebagai bagian dari fungsi keuangan, tim finance juga perlu memastikan perusahaan mengikuti perkembangan regulasi perpajakan.
Perubahan kebijakan fiskal dapat memengaruhi perhitungan pajak, transaksi perusahaan, cash flow, hingga strategi bisnis. Karena itu, tim finance perlu memiliki kebiasaan memantau perubahan peraturan dan mengevaluasi dampaknya terhadap perusahaan.
Hal ini semakin penting karena laporan dan pencatatan keuangan juga harus mengikuti standar yang berlaku. Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) menempatkan PSAK sebagai acuan utama penyusunan dan penyajian laporan keuangan di Indonesia.
5. Siapkan Skenario Keuangan
Ketidakpastian merupakan bagian dari dunia bisnis. Karena itu, perusahaan sebaiknya tidak hanya memiliki satu skenario keuangan. Tim finance dapat membuat beberapa skenario, misalnya:
- Base case: kondisi ekonomi berjalan sesuai asumsi.
- Optimistic case: penjualan dan kondisi ekonomi lebih baik dari perkiraan.
- Pessimistic case: penjualan menurun atau biaya meningkat.
Dari masing-masing skenario tersebut, perusahaan dapat melihat kemungkinan dampaknya terhadap revenue, profit, cash flow, kebutuhan modal kerja, dan kemampuan membayar kewajiban. Dengan cara ini, finance dapat berperan sebagai sistem peringatan dini bagi perusahaan.
6. Jadikan Finance sebagai Partner Strategis Bisnis
Perubahan di tingkat pemerintah menunjukkan bahwa kondisi ekonomi dapat terus bergerak. Dalam situasi seperti ini, peran finance tidak seharusnya terbatas pada membuat laporan dan mencatat transaksi.
Finance perlu mampu menerjemahkan angka menjadi informasi yang dapat digunakan manajemen untuk mengambil keputusan. Misalnya, ketika perusahaan ingin membuka cabang baru, tim finance perlu membantu menghitung kebutuhan investasi, proyeksi pendapatan, biaya operasional, titik impas, risiko, dan potensi return.
Begitu pula ketika perusahaan ingin melakukan efisiensi. Finance tidak hanya menyajikan daftar pengeluaran, tetapi membantu manajemen menentukan bagian mana yang dapat dioptimalkan tanpa mengganggu keberlangsungan bisnis.
Pergantian Menteri Keuangan menjadi Suahasil Nazara bukan berarti perusahaan harus langsung mengubah seluruh strategi keuangannya. Namun, momentum ini dapat menjadi pengingat bahwa perusahaan perlu memiliki tim finance yang mampu beradaptasi terhadap perubahan kebijakan dan kondisi ekonomi. Bagi perusahaan, kesiapan tersebut dapat dimulai dari hal-hal fundamental: menjaga cash flow, mengevaluasi budget, melakukan cost control, memantau regulasi pajak, menyiapkan skenario keuangan, dan membaca laporan keuangan secara menyeluruh.
Upgrade Diri Bersama Upskillz
Merasa kurang percaya diri karena skill “pas-pasan”? Sudah waktunya kamu upgrade diri bersama Upskillz.id, upgrade skill karir jadi lebih menyenangkan dan mudah. Ada banyak kelas gratis juga, lho!
Upskillz
Upgrade Your Skill
